Vennetia Akui Skill Tenaga Kerja Wanita Masih Minim

Vennetia Akui Skill Tenaga Kerja Wanita Masih Minim - Hallo sahabat KABAR KATANYA, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Vennetia Akui Skill Tenaga Kerja Wanita Masih Minim, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel Daerah, Artikel Kabar, Artikel Kabar Katanya, Artikel Maluku, Artikel Ragam, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Vennetia Akui Skill Tenaga Kerja Wanita Masih Minim
link : Vennetia Akui Skill Tenaga Kerja Wanita Masih Minim

Baca juga


Vennetia Akui Skill Tenaga Kerja Wanita Masih Minim

Ambon, Malukupost.com - Deputi bidang perlindungan anak perempuan, Kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Prof. Dr. Vennetia R Dany, mengakui selama ini skill tenaga kerja wanita Indonesia yang dipekerjakan ke luar negeri masih sangat minim, salah satunya skill menjadi pembantu rumah tangga. "Jangan kira menjadi pembantu rumah tangga gampang-gampang saja, ternyata susah. contohnya kalau keluar negeri, mereka diperhadapkan dengan masa kompleks dalam segi bahasa, dimana terjadi pemberdayaan persepsi antara perintah tuan dan yang diterima oleh pekerja tersebut. sehingga menimbulkan kesalahpahaman, dan berujung pada tindakan kekerasan,"ujar Venetia usai mengikuti pelatihan tenaga kerja bagi perempuan di Provinsi Maluku, yang berlangsung di Ambon, Senin (10/10). Menurut Vennetia, belum memadainya skill yang dimiliki tenaga kerja wanita, membuat pemerintah mengambil kebijakan moratorium dalam hal ini pengiriman pekerja rumah tangga ke luar negeri. "Moratorium yang dibuat tidak ada batasan waktu, bisa saja sampai tenaga kerja wanita sudah memiliki skill yang memadai, baru moratorium dihentikan," ungkapnya. Dijelaskan Vennetia, kendala utama dalam mengirimkan pekerja ke luar negeri adalah masih kurangnya pekerja profesional. Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan yang komprehensif, sehingga pekerja yang dikirim nantinya betul-betul pekerja yang profesional. "Misalnya diperlukan bidan, selain mereka sudah sarjana mereka juga harus dibekali dengan bahasa yang menjadi tujuan tempat dipekerjakan. ditambah dengan peningkatan ilmu, diantaranya hospital. Vennetia menambahkan, tenaga kerja wanita yang ada di Indonesia masih kalah jauh dari tenaga kerja wanita Philipina, yang sudah dilatih dengan sebaik mungkin, dan mereka tahu hak dan kewajibannya.(MP-7)
Ambon, Malukupost.com - Deputi bidang perlindungan anak perempuan, Kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Prof. Dr. Vennetia R Dany, mengakui selama ini skill tenaga kerja wanita Indonesia yang dipekerjakan ke luar negeri masih sangat minim, salah satunya skill menjadi pembantu rumah tangga.

"Jangan kira menjadi pembantu rumah tangga gampang-gampang saja, ternyata susah. contohnya kalau keluar negeri, mereka diperhadapkan dengan masa kompleks dalam segi bahasa, dimana terjadi pemberdayaan persepsi antara perintah tuan dan yang diterima oleh pekerja tersebut. sehingga menimbulkan kesalahpahaman, dan berujung pada tindakan kekerasan,"ujar Venetia usai mengikuti pelatihan tenaga kerja bagi perempuan di Provinsi Maluku, yang berlangsung di Ambon, Senin (10/10).

Menurut Vennetia, belum memadainya skill yang dimiliki tenaga kerja wanita, membuat pemerintah mengambil kebijakan moratorium dalam hal ini pengiriman pekerja rumah tangga ke luar negeri.

"Moratorium yang dibuat tidak ada batasan waktu, bisa saja sampai tenaga kerja wanita sudah memiliki skill yang memadai, baru moratorium dihentikan," ungkapnya.

Dijelaskan Vennetia, kendala utama dalam mengirimkan pekerja ke luar negeri adalah masih kurangnya pekerja profesional. Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan yang komprehensif, sehingga pekerja yang dikirim nantinya betul-betul pekerja yang profesional.

"Misalnya diperlukan bidan, selain mereka sudah sarjana mereka juga harus dibekali dengan bahasa yang menjadi tujuan tempat dipekerjakan. ditambah dengan peningkatan ilmu, diantaranya hospital.

Vennetia menambahkan, tenaga kerja wanita yang ada di Indonesia masih kalah jauh dari tenaga kerja wanita Philipina, yang sudah dilatih dengan sebaik mungkin, dan mereka tahu hak dan kewajibannya.(MP-7)


Demikianlah Artikel Vennetia Akui Skill Tenaga Kerja Wanita Masih Minim

Sekianlah artikel Vennetia Akui Skill Tenaga Kerja Wanita Masih Minim kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Vennetia Akui Skill Tenaga Kerja Wanita Masih Minim dengan alamat link https://kabarkatanya.blogspot.com/2016/10/vennetia-akui-skill-tenaga-kerja-wanita.html

Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :

0 Response to "Vennetia Akui Skill Tenaga Kerja Wanita Masih Minim"

Posting Komentar