Sebagian Besar Pulau Terluar Di MTB Dan MBD Belum Disertifikasi

Sebagian Besar Pulau Terluar Di MTB Dan MBD Belum Disertifikasi - Hallo sahabat KABAR KATANYA, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Sebagian Besar Pulau Terluar Di MTB Dan MBD Belum Disertifikasi, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, Artikel Daerah, Artikel Kabar, Artikel Kabar Katanya, Artikel Maluku, Artikel Ragam, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Sebagian Besar Pulau Terluar Di MTB Dan MBD Belum Disertifikasi
link : Sebagian Besar Pulau Terluar Di MTB Dan MBD Belum Disertifikasi

Baca juga


Sebagian Besar Pulau Terluar Di MTB Dan MBD Belum Disertifikasi

Saumlaki, Malukupost.com - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Marulak Togatorop di Saumaki, Kamis (6/4), mengatakan hingga saat ini Kantor Pertanahan MTB yang membawahi pula kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) belum melakukan sertifikasi lahan di seluruh pulau terluar yang masuk dalam wilayah administratif MTB dan MBD, padahal dua kabupaten tersebut tergolong sebagai daerah terdepan NKRI karena berbatasan langsung dengan Australia dan Timor Leste. Dan semenjak kantor pertanahan di Kabupaten MTB terbentuk pada tahun 2002 hingga saat ini baru terhitung 10.000 bidang lahan yang disertifikatkan.
Saumlaki, Malukupost.com - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Marulak Togatorop di Saumaki, Kamis (6/4), mengatakan hingga saat ini Kantor Pertanahan MTB yang membawahi pula kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) belum melakukan sertifikasi lahan di seluruh pulau terluar yang masuk dalam wilayah administratif MTB dan MBD, padahal dua kabupaten tersebut tergolong sebagai daerah terdepan NKRI karena berbatasan langsung dengan Australia dan Timor Leste. Dan semenjak kantor pertanahan di Kabupaten MTB terbentuk pada tahun 2002 hingga saat ini baru terhitung 10.000 bidang lahan yang disertifikatkan.

“Hingga saat ini, sudah hampir 10.000 bidang lahan yang berhasil kami sertifikatkan di pulau terluar di MTB dan MBD,target sertifikasi pulau-pulau terdepan atau terluar selama ini masih dikhususkan bagi pulau-pulau yang sudah berpenghuni. Di wilayah MTB, saat ini sudah dilakukan sertifikasi lahan di 3 pulau terluar yakni pulau Larat, pulau Matakus, dan pulau Selaru, meskipun belum menjangkau seluruh desa. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perhatian  untuk menjaga keutuhan NKRI, teristimewa pada pulau-pulau terdepan, ungkapnya.

Menurut Togatorop, perhatian pemerintah untuk melakukan sertifikasi lahan pulau-pulau terdepan itu  dilaksanakan melalui program prona dan disertifikasi lahannya, dimana semenjak 2013 dirinya bertugas di daerah MTB dan MBD, telah banyak terobosan yang dilakukan. Prona tahun 2015 ada 6.020 bidang lahan untuk kategori pulau-pulau terluar seperti di kabupaten MBD yakni: pulau Leti sebanyak 1.653 bidang, pulau Masela 750 bidang lahan. Sementara di kabupaten MTB yakni pulau Matakus  300 bidang, pulau Selaru 317 bidang dan desa Latdalam,kecamatan Tanimbar Selatan  3000 bidang. Sementara Prona tahun 2016,  difokuskan di kecamatan Tanimbar Selatan, kecamatan Selaru dan kecamatan Wertamrian di kabupaten MTB.

“Prona  tahun 2016 berjumlah 8.100 bidang untuk kategori wilayah daratan sebanyak 3.100 bidang, yang difokuskan di kecamatan Tanimbar Selatan yakni di desa Latdalam sejumlah  3000 dan 100 bidang di desa Lorulun kecamatan Wertamrian. Sementara kategori pulau terluar terdiri dari 5.000 bidang lahan di kecamatan Selaru dan kecamatan Tanimbar Selatan. Di kecamatan Selaru yakni 317 bidang didesa Werain, 1.500 bidang lahan di desa Kandar, 220 bidang di desa Lingat, 1.411 di desa Namtabung dan 1.301 bidang di desa Adaut. Sementara di desa Matakus, kecamatan Tanimbar Selatan memperoleh 250 bidang lahan,”bebernya.

Dijelaskan Togatorop, sejumlah kecamatan di wilayah MTB dan MBD yang belum disertifikasi lahannya. Yakni di kabupaten MTB yakni di kecamatan Molu Maru,  Desa Fursui dan Eliasa di kecamatan Selaru, desa Watidal di pulau Larat, kecamatan Tanimbar Utara, dan desa Lingada di kecamatan Wuarlabobar. Sementara di Kabupaten Maluku Barat Daya yakni 12 desa di kecamatan Babar, seluruh desa di kecamatan Babar Timur, 7 desa di kecamatan Damer, seluruh desa di kecamatan Leti, 11 desa di kecamatan Mndona Heyra, 11 desa di kecamatan Moa Lakor kecuali 100 bidang lahan untuk masyarakat nelayan di desa Kaywatu dan wakarleli, seluruh desa di kecamatan Pulau-Pulau Terselatan, serta sejumlah desa di kecamatan Wetar, kecuali 2 desa di kecamatan itu sudah disertifikasi lahannya.

“Untuk tahun 2017 ini, wilayah MTB dan MBD hanya memperoleh jatah sertifikat sebanyak 3.000 bidang lahan. Hal ini meleset dari yang kita harapkan yakni 10.000 bidang lahan. Pengurangan ini dikarenakan ada pembenahan di pulau Sumatera, Kalimantan dan Jawa dengan pemberlakuan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL,” tandasnya.

Togatorop  menambahkan, selama ini pekerjaannya terkendala dengan sejumlah hal seperti minimnya dana operasional yang tidak berimbang dengan luas wilayah dan kondisi geografis, peralatan, tenaga kerja dan sejumlah infrastruktur pendukung lainnya. (MP-14)


Demikianlah Artikel Sebagian Besar Pulau Terluar Di MTB Dan MBD Belum Disertifikasi

Sekianlah artikel Sebagian Besar Pulau Terluar Di MTB Dan MBD Belum Disertifikasi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Sebagian Besar Pulau Terluar Di MTB Dan MBD Belum Disertifikasi dengan alamat link https://kabarkatanya.blogspot.com/2017/04/sebagian-besar-pulau-terluar-di-mtb-dan.html

Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :

0 Response to "Sebagian Besar Pulau Terluar Di MTB Dan MBD Belum Disertifikasi"

Posting Komentar